Minggu, 31 Maret 2013

It's time for muhasabah diri

atas semua hal yang aku lakukan hari ini 

keep fight :D


have a new spirit tomorrow

-new day new spirit-
it is time to sleep

meski waktu datang dan berlalu

pernah dengar lagunya Marcell yang Takkan Terganti kan? lagu ini menjadi salah satu soundtrack pada film pendek yang di buat oleh sahabatku Rina Purnama Sari saat perpisahan denganku di tahun 2010 silam. kami harus berpisah karena aku harus melanjutkan kuliah di Solo. sesampainya aku di solo, aku baru membuka filmnya sekitar bulan november 2010. padahal dia memberikanku pada bulan agustus 2010. akuuu benar-benar menangis saat menonton film itu. film itu menceritakan persahabatan kami dimulai ketika masih di Taman kanak-kanak, SD, SMP, hingga SMA. film ini sendiri terangkai dari gambar-gambar kami semasa sekolah.

memang aku satu sekolah dengannya sejak TK sampai SMA walau kami jarang sekelas. tapi kami masih disatukan dengan kegiatan kami yang sama. basket dan OSIS. basket adalah kegiatan yang kami mulai dari SMP. aku dan dirinya banyak sekali memperoleh pengalaman dari kegiatan ini. persahabatan, kerjasama, dan kompetisi. 

OSIS adalah kegiatan SMA ku dan Rina. selama dua tahun dalam kegiatan ini membuat kami banyak merasakan kebahagian, kenangan, dan ilmu yang sangat bermanfaat.

"....bahwa akhirnya tiada dirimu di sisiku. meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan, semua takkan mampu mengubahku. hanyalah kau yang ada di relungku. hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta. kau bukan hanya sekedar indah, kau tak akan terganti..."

sekejap air mata ini tak tertahankan lagi. aku sayang dia, sahabatku sepanjang masa. tiada jarak yang jauh antara pulau jawa dan kalimantan, tiada waktu yang berbeda satu jam. karena persahabatan kita tidak akan pernah berubah selamanya...

seorang sahabat luar biasa yang pernah aku miliki "Rina Purnama Sari"


saksi hidup yang menyaksikan betapa beruntungnya aku punya sahabat "Rina Purnama Sari" adalah Devi dan Indah. mereka berudua menghela nafas karena kagum dengan film pendek itu bersamaku. (November 2010)

berapa harga ilmu?

dulu sewaktu aku masih SMA, guru bahasa Indonesiaku suka memberikan nasihat kepada aku dan teman-teman. kebanyakan waktu mengajarnya hanya dihabiskan untuk memotivasi dan memberikan semangat tentang kehidupan kepada kami. aku sangat antusias mendengarkan nasihat dan motivasi dari beliau. ketika sudah masuk ke pelajaran inti, aku malah bosan. lebih suka mendengarkan motivasi dan pengalaman hidup dari beliau dan dari pengalamann orang-orang yang pernah beliau ketahui. hari itu, ada satu pertemuan kami membahas tentang biaya sekolah kami yang dianggap memberatkan beberapa orang siswa. terbukti dari keterlambatan mereka membayar uang sekolah tiap bulan. hal ini diungkit karena beliau juga adalah wali kelas kami. intinya beliau mengatakan.

" kalian tahu lah, kalau sebenarnya jumlah SPP yang kalian bayarkan tiap bulan itu sangat sedikit jumlahnya dibandingkan dengan UMR gaji untuk guru honor di sekolah ini." 

"coba saja kalikan jumlah jam mengajar mereka setiap hari, perjam hanya diberi Rp 3500. hasilnya seberapa dibandingkan dengan uang saku kalian?"

"sekolah memang murah, tapi ILMU itu mahal!" dengan nada bicara khas beliau :)

selama ini kami, aku lebih tepatnya sadar betapa berharganya ilmu yang diberikan oleh guru-guru kami itu. bukanlah mereka dibayar cuma-cuma, tapi mereka memberikan ilmu kepada kami dengan ikhlas tanpa memikirkan gaji yang diterima setiap bulan yang ternyata tidaklah melimpah. 

sampai hari ini, aku masih ingat kata-kata beliau. bahwa ilmu itu mahal harganya. mahal bukan hanya dari segi materi, melainkan dari segi perjuangan memperoleh ilmu tersebut. Imam Syafi'i memberikan 6 syarat dalam menuntut ilmu, antara lain : memiliki kecerdasan, rakus akan ilmu, memiliki kesabaran dalam menuntut ilmu, memiliki biaya, intensitas yang terus-menerus dengan pemberi ilmu, dan lama waktunya.

dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa menjadi seorang pencari ilmu tidaklah mudah. namun tidak juga menjadi mundur dan menyerah dalam menuntut ilmu. karena matinya seseorang dalam jalan mencari ilmu karena Allah Swt. bagai matinya seorang syuhada yang mati sahid.
nabi Muhammad Saw pernah bersabda "Tinta seorang pelajar lebih besar nilainya daripada darah seorang martir."

so, untuk apalagi berpikir dua kali untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu? ilmu itu mahal? ya, memang harganya mahal. demikian halnya ganjaran bagi mereka terbayar dengan kemudahan langkah menuju surga dan mendapatkan derajat yang lebih tinggi. 

Teman Hidup - Tulus

ada satu lagu yang nggak sengaja masuk ke telinga gara-garanya dulu dengerin radio sampai tengah malam. pas di posisi ngantuk-ngantuknya ada suara bening yang bikin penasaran sama lagu yang dibawain. akhirnya aku dengarkan dengan seksama lagunya. ternyata memang lagunya top markotop banget :) beberapa kalimat yang paling bikin senyum-senyum-senyum di lagu itu kurang lebih kayak gini " ...bila di depan nanti banyak cobaan untuk kisah cinta kita. jangan cepat menyerah. kau punyaku ku punya kamu. selamanya akan begitu...". suara jazzy nya Tulus emang bikin nggak ngantuk lagi, akhirnya nggak bisa tidur gara-gara lagu itu~

Teman Hidup - Tulus

Dia indah meretas gundahDia yang selama ini ku nantiMembawa sejuk, memanja rasaDia yang selalu ada untukku

Di dekatnya aku lebih tenangBersamanya jalan lebih terang

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupkuBerdua kita hadapi duniaKau milikku ku milikmu kita satukan tujuBersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmuKau milikku, ku milikmu

Di dekatnya aku lebih tenangBersamanya jalan lebih terang

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupkuBerdua kita hadapi duniaKau milikku ku milikmu kita satukan tujuBersama arungi derasnya waktu

Bila di depan nantiBanyak cobaan untuk kisah cinta kitaJangan cepat menyerahKau punya aku, ku punya kamu, selamanya kan begitu

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupkuBerdua kita hadapi duniaKau milikku ku milikmu kita satukan tujuBersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmuKau jiwa yang selalu aku puja







Ruri Abangku

Ruri Abangku merupakan salah satu lagu anak yang diciptakan oleh Alm. AT Mahmud. mungkin banyak yang belum kenal siapa "Ruri" itu kan? nah, kemarin aku sempat googling tentang biografi dari Alm. AT Mahmud dan menemukan berderet-deret informasi mengenai riwayat hidup beliau. salah satu topiknya mengenai keluarga. dari biografi tersebut hadirlah  "Ruri" sebagai nama anak laki-laki pertama dari Alm. AT Mahmud. dari situ lagi, aku menyadari betapa sayangnya beliau dengan anak pertamanya itu sampai -sampai namanya dijadikan sebuah lagu. kasih sayang Alm. AT Mahmud juga bisa kita jumpai pada lagu anak-anak ciptaan beliau. semua itu banyak terinspirasi dari celoteh anak-anaknya ketika masih kecil. ini dia lagu "Ruri Abangku" yang susah sekali di dapat di Internet. akhirnya aku menemukan notasi lagu anak ini di toko buku. oh iya, mengapa aku mencari-cari lagu anak, terutama lagu Ruri Abangku? karena nilai notasi lagu ini  40% dijadikan sebagai UK 1 musik dan di dalam satu kelas harus mengumpulkan satu lagu yang berbeda. 60% sisanya hasil dari praktek menggunakan alat musik sederhana yang akan ditampilkan hari selasa depan.

aku rasa aku akan memerlukan buku ini sampai nanti-nanti-nantinya lagi.
entah mengapa lagu ini yang paling aku ingat saat pertama kali dikenalkan oleh pak Ngatijo, guru matematika kelas 6 SD ku. pak Ngatijo berasal dari kota Yogjakarta dan sekarang beliau sudah kembali ke Yogyakarta lagi karena sudah pensiun. dulu aku dan teman-teman sekelasku diajari lagu-lagu wajib, lagu gambang suling, dan lagu-lagu anak. pak Ngatijo memang memiliki suara berat yang khas. aku suka mendengarkan beliau menyanyikan lagu-lagu untuk kami saat latihan musik untuk perpisahan sekolah. ini salah satunya~ Ruri Abangku :

ini masih  kurang lengkap, ada bait keduanya.

Ruri Abangku
ciptaan AT Mahmud
2/4

Ruri adalah abangku,
rajin dan senang belajar.
Dengan menyandang tas di bahu,
riang menuju sekolah.

Berhitung, menulis, membaca,
tak lupa diulang di rumah.
Ingin akupun demikian,
seperti Ruri abangku.

Sabtu, 30 Maret 2013

penggalan do'a iftitah

"...inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillahi rabb al'aalamiin..."
sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.


 

dongeng dari Agendaku Template by Ipietoon Cute Blog Design